Etika profesi bagi seorang teknisi menurut saya adalah bagaimana Dia memposisikan dirinya dalam bidang pekerjaannya, menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai tekinisi. penyelesaian masalah-masalah yang adapun dilakukan berdasarkan koridornya sebagai teknisi, inilah yang membedakan etika antara profesi yang satu dengan yang lain. perlakuan dan penyelesain masalah diluar tatacara yang ditentukan bagi seorang teknisi dapat di kenakan sanksi bahkan ranah hukum sebagai pelanggaran kode etik profesi. sebagai contaoh, kasus yang sedang merebakj saat ini adalah pembongkaran mafia hukum dan pajak oleh Komjen Susno Duaji. sebagai seorang jenderal Polisi ia membuka tabir kebobrokan suatu institusi dimana ia bekerja, cara ia membongkar kasus juga dinilai oleh petinggi Polri sebagai tindakan pelanggaran kode etik profesi, namun beberapa praktisi dan ahli hukum berpendapat bahwa apa yang dilakukan Susno adalah tindakan yang benar di tinjau dari ia sebagai warga negara dan penegak hukum.
inilah yang mukin menjadi batasan dimana etika profesi sebagai tempat berpijak untuk melangkah, perbuatan yang dilakukan diluar itu dianggap sebagai pelanggaran kode etik profesi...
Rabu, 31 Maret 2010
Rabu, 03 Maret 2010
Etika Profesi
Kata etik (atau etika) berasal dari kata Yunani “ethos” yang luas artinya, yakni: tempat yang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adat, akhlak, watak, karakter, perasaan, sikap, cara berpikir. Bentuk jamak dari ”ethos” adalah ”ta etha” yang berarti adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang dipakai oleh Aristoteles (384-322sM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafat moral. Etika adalah falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, sosila, dan agama. Sedangkan profesi berasal dari bahasa latin yaitu professues yang berarti suatu kegiatan atau pekerjaan yang semula dihubungkan dengan sumpah dan janji yang bersifat religius.
Demikian juga disebutkan bahwa Moral berasal dari kata Latin ”mos” (jamak: ”mores”) yang juga berarti kebiasaan atau adat. Kata ”moralitas” dari kata Latin ”moralis” dan merupakan abstraksi dari kata moral yang menunjuk kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal kata Yunani dan Latin tersebut bisa dikatakan bahwa etika adalah ilmu yang mempelajari tentang apa-apa yang biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari segi fisik, etnis, atau lainnya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia:
1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Seseorang yang selalu mendasarkan perbuatannya pada nilai moral dan suara hati nurani tidak mungkin akan munafik, sehingga walaupun ada atau tidak ada orang yang melihat perilakunya, ia akan tetap bertindak benar. Seseorang yang beretika tidak akan mungkin munafik karena etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain.
Etika Profesi tercermin pada saat kita terjun langsung dalam pekerjaan, dimana kita memperlakukan para clien dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan yang terbaik. sebisa mungkin memuaskan para customer.
Bagi customer sendiri, mendapatkan pelayanan tang baik dan berdasarkan pada etika profesi dari kita. ia akan merasa puas dan tidak segan untuk kembali lagi dalam kerjasama yang lain.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata Yunani “ethos” yang luas artinya, yakni: tempat yang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adat, akhlak, watak, karakter, perasaan, sikap, cara berpikir. Bentuk jamak dari ”ethos” adalah ”ta etha” yang berarti adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang dipakai oleh Aristoteles (384-322sM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafat moral. Etika adalah falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, sosila, dan agama. Sedangkan profesi berasal dari bahasa latin yaitu professues yang berarti suatu kegiatan atau pekerjaan yang semula dihubungkan dengan sumpah dan janji yang bersifat religius.
Demikian juga disebutkan bahwa Moral berasal dari kata Latin ”mos” (jamak: ”mores”) yang juga berarti kebiasaan atau adat. Kata ”moralitas” dari kata Latin ”moralis” dan merupakan abstraksi dari kata moral yang menunjuk kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal kata Yunani dan Latin tersebut bisa dikatakan bahwa etika adalah ilmu yang mempelajari tentang apa-apa yang biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari segi fisik, etnis, atau lainnya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia:
1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Seseorang yang selalu mendasarkan perbuatannya pada nilai moral dan suara hati nurani tidak mungkin akan munafik, sehingga walaupun ada atau tidak ada orang yang melihat perilakunya, ia akan tetap bertindak benar. Seseorang yang beretika tidak akan mungkin munafik karena etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain.
Etika Profesi tercermin pada saat kita terjun langsung dalam pekerjaan, dimana kita memperlakukan para clien dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan yang terbaik. sebisa mungkin memuaskan para customer.
Bagi customer sendiri, mendapatkan pelayanan tang baik dan berdasarkan pada etika profesi dari kita. ia akan merasa puas dan tidak segan untuk kembali lagi dalam kerjasama yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
